Rabu, 16 Januari 2013

ISI PROPOSAL

Kepada Yth :
Nomor     : 01 / MMJ / 01 / 2013                         Bapak Kepala Dinas Tenaga
Lampiran : 1 (satu) Berkas                                              Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Jambi
Perihal      : Permohonan Bantuan                                    Di-
                   Paket Tambak Ikan                                              JAMBI                                                                                                 
                                                                                              
Dengan Hormat,
Teriring salam dan do’a kami do’akan semoga Allah SWT senantiasa selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada Bapak serta selalu sukses dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.
Bersama dengan ini kami sampaikan bahwa kami dari Kelompok Tani  selama ini menangkap ikan disungai dan didanau, dikarenakan sungai dan danau sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi, maka kami dari Kelompok Tani MENDALO MAKMUR  JAYA yang berlokasi di Desa Mendalo Indah Kecamatan Jambi Luar Kota (JALUKO), Kabupaten Muaro Jambi mengajukan Proposal Permohonan Bantuan, “Paket Penyaluran Pengembangan Tambak Ikan” sebagaimana daftar, dan anggota yang terlampir.
Demikianlah proposal permohonan bantuan Paket penyaluran Pengembangan tambak ikan ini kami sampaikan, atas perhatian dan bantuan Bapak, kami ucapkan terima kasih.

Mendalo Indah, 07 Januari 2013
Pengurus Kelompok Tani
MENDALO MAKMUR  JAYA




EKO DWIGRI NOVIANTORO                                                  YUNITA IDRIS
       KETUA                                                                         SEKRETARIS

Mengetahui,
Kepala Desa Mendalo Indah



MUSLIM S.E
 DASAR PEMIKIRAN
Dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) terutama dalam bidang perikanan di Desa Mendalo Indah, masih banyak kendala dan tantangan yang cukup kompak. Oleh karena itu Pemerintah dan masyarakat yang bersangkutan harus mampu dan dapat berpartisipasi dalam upaya meningkatkan produktivitas perikanan dan mensejahterakan petani pembudidaya ikan dan keluarga.
Dukungan dan partisipasi Pemerintah serta masyarakat selama ini sebagian kecil memang telah andil dalam membangun proses kearah yang lebih baik. Namun semua ini dianggap dan dirasakan belum sempurna karena masih banyak lagi yang perlu mendapat perhatian secara serius untuk mengatasi dan memanfaatkan lahan pekarangan.
Sebagai upaya untuk memberikan pelayanan dalam membangun perikanan terhadap ketompok tani MENDALO MAKMUR JAYA Desa Mendalo Indah Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi memberikan program sebagai upaya peningkatan dan pembangunan perikanan untuk memenuhi apa yang diharapkan oleh masyarakat khususnya pembudidaya ikan.
Salah satu kelembagaan kelompok pembudidaya secara umum memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan potensi perikanan dengan memanfaatkan lahan tambak baik yang bersifat fisik maupun non fisik.
Sebagai sarana dalam rnenunjang proses terselenggaranya perikanan yang tangguh di Desa Mendalo Indah khususnya di kelompok tani MENDALO MAKMUR JAYA yang sistem budidayanya masih belum maksimal untuk pemenuhan kebutuhan budidaya ikan pada lahan tambak.
Untuk itu kelompok tani MENDALO MAKMUR JAYA sangat memerlukan adanya permodalan untuk kegiatan Budidaya dan Pengembangannya sesuai dengan kebutuhan yang ada. Untuk itu kami berupaya dengan cara memohon bantuan permodalan sebagai penunjang dalam program Kegiatan Pengembangan Tambak Ikan.

I.         NAMA KEGIATAN
Sebagaimana tertulis dalam Proposal ini maka kegiatan ini diberi nama “Pemanfaatan Tambak Ikan guna Menyerap Sumber Daya Manusia dan Sekaligus Mengurangi Nilai Pengangguran”.


II.      TUJUAN
Tujuan kegiatan ini adalah :
1.            Pemanfaatan potensi lahan tambak.
2.            Menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan tenaga masyarakat.
3.            Meningkatkan hasil produksi perikanan.
4.            Meningkatkan kesejahteraan kelompok tani khususnya Kelompok Tani Kabupaten Muaro Jambi.
5.            Mengurangi tingkat pengangguran didaerah budidaya itu sendiri.

III.   SASARAN PROGRAM KEGIATAN
1.             Para Kelompok Tani Pengolah Tambak Ikan;
2.             Pedagang dan Pengolah Hasil Ikan;
3.             Masyarakat Pengkonsumsi Ikan.

IV.   BATASAN MASALAH KEGIATAN
Kami memberikan batasan pada kegiatan ini untuk menanggulangi kemungkinan kekurangan dana dan atau kesalahfahaman dari setiap anggota kelompok tani. Kolam yang akan kami gunakan dalam pembudidayaan ini adalah kolam apung. Yang mana seperti telah kita ketahui bersama bahwa kolam apung adalah kolam yang memerlukan jaring sebagai pembatas dinding ikan agar tidak lari kemana-mana apalagi keluar dari area tambak yang telah tersedia.

V.      PENUTUP
Demikian proposal ini kami sampaikan harapan kami agar  Dinas  Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi dapat mengabulkan permohonan kami.


Mendalo Indah, 07 Januari  2013
Pengurus Kelompok Tani
MENDALO MAKMUR  JAYA





EKO DWIGRI NOVIANTORO                                               YUNITA IDRIS
       KETUA                                                                      SEKRETARIS




Mengetahui,
Kepala Desa Mendalo Indah





MUSLIM S.E



LEMBAR LAMPIRAN

DAFTAR SUSUNAN PENGURUS


KETUA                      : Eko Dwigri Noviantoro
SEKRETARIS           : Yunita Idris
BENDAHARA          : Yeyen nirmala
ANGGOTA                : 1.       Fattah intang
                                      2.       Gustaf
                                      3.       Fahrizal Nurjulianto
                                      4.       Rudi
                                      5.       Wahyu Tresna
                                      6.       Abdul mu’in
                                      7.       yeni kurniawan
                                      8.       Ahsan alfri.
                                      9.       Awabin
                                    10.      Giman
Mendalo Indah, 07 Januari  2013
Pengurus Kelompok Tani
MENDALO MAKMUR JAYA





EKO DWIGRI NOVIANTORO                                            YUNITA IDRIS  
       KETUA                                                                   SEKRETARIS


Mengetahui,
Kepala Desa Mendalo Indah






MUSLIM S.E


DAFTAR HADIR MUSYAWARAH
KELOMPOK TANI
MENDALO MAKMUR  JAYA

No.
NAMA
JABATAN
TANDA TANGAN
1.
Eko Dwigri Noviantoro
KETUA
1.
2.
Yunita Idris
SEKRETARIS
2.
3.
Yeyen Nirmala
BENDAHARA
3.
4.
Fattah Intang
ANGGOTA
4.
5.
Gustaf
ANGGOTA
5.
6.
Fahrizal Nurjulianto
ANGGOTA
6.
7.
Rudi
ANGGOTA
7.
8.
Wahyu Tresna
ANGGOTA
8.
9.
Abdul Mu’in
ANGGOTA
9.
10.
Yeni Kurniawan
ANGGOTA
10.
11.
Ahsan Alfri
ANGGOTA
11.
12.
Awabin
ANGGOTA
12.
13
Giman
ANGGOTA
13.

Mendalo Indah, 07 Januari 2013
Pengurus Kelompok Tani
MENDALO MAKMUR  JAYA





EKO DWIGRI NOVIANTORO                                             YUNITA IDRIS
       KETUA                                                                    SEKRETARIS
DENAH LOKASI TAMBAK
J     A    L    A    N
B
 


C





A
A
D : 2,5 M

A
D : 2,5 M
A
D : 2,5 M

A
A
D : 2,5 M

A
D : 2,5 M

A
D : 2,5 M

A

A

A
D : 2,5 M

A

A

A
D : 2,5 M

A
D : 2,5 M

A
A
D : 2,5 M

A
D : 2,5 M
A
D : 2,5 M

A










L : 15 M











U
                                                P : 10 M

Keterangan Gambar
A : Kolam
B : Pondok
C : Jalan Utama
 





RINCIAN DANA

No.
NAMA KELOMPOK TANI
JUMLAH
KOLAM
LUAS
KOLAM
KEBUTUHAN
BENIH / BIBIT
PAKAN
REHABILITASI
1.
MENDALO MAKMUR  JAYA
4 UNIT KOLAM
P : 10 M
L : 15 M
D : 2,5 M





Rp. 1.000/Bibit x 12.000 Ekor
= 12.000.000 x 4 Unit Kolam



= Rp. 48.000.000
Rp. 1.250.000/TON x 12 TON
= Rp. 15.000.000 x 4 Unit Kolam



= Rp.60.000.000
Jaring Dan Kedalaman Kolam
Rp. 1.500.000 x 4 Unit Kolam

= Rp. 6.000.000


Total =
Rp. 114.000.000

 Mendalo Indah, 07 Januari  2013
Pengurus Kelompok Tani
MENDALO MAKMUR JAYA





EKO DWIGRI NOVIANTORO                                                                                                YUNITA IDRIS
                    KETUA                                                                                                                      SEKRETARIS

PHOTO / GAMBAR KOLAM











kata pengantar proposal


KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Proposal “PERMOHONAN BANTUAN PAKET TAMBAK IKAN” Tahun 2013.

Dalam rangka membantu pertumbuhan dan perkembangan ekonomi serta penyediaan lapangan kerja khususnya bagi penambak ikan, karena itu kami ingin mengajukan Proposal Permohonan Dana Bantuan paket Tambak Ikan Tahun 2013.

Program ini sangat bermanfaat bagi para penambak ikan, mengingat program ini memberikan kegiatan pelatihan yang dapat mengoptimalkan berkembangnya potensi penambak serta perberdayaan tenaga kerja para penambak ikan.

Dan kami selaku kelompok tani berharap semoga melalui program pengembangan tambak ikan ini akan dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan serta permintaan konsumen dalam kebutuhan mengkonsumsi ikan. Baik luar daerah maupun disekitar lingkungan kelompok tani khususnya.

Demikian proposal ini disusun dan dapat ditindak lanjuti untuk direalisasikan. Atas perhatian Bapak kami mengucapkan banyak terima kasih.



Desa Mendalo Indah, 07 Januari 2013
Ketua Kelompok Tani
MENDALO MAKMUR JAYA




EKO DWIGRI NOVIANTORO


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................ i
DAFTAR ISI .............................................................................................................. ii
I.     Dasar Pemikiran .................................................................................................... 2
II.   Nama Kegiatan ..................................................................................................... 2
III.  Tujuan ................................................................................................................... 3
IV.  Sasaran Program Kegiatan..................................................................................... 3
V.   Batasan Pemikiran dalam Kegiatan ...................................................................... 3
VI.  Penutup ................................................................................................................. 3
Lembar Lampiran ........................................................................................................ 5
Daftar Sususan Pengurus ............................................................................................. 5
Daftar Hadir Musyawarah ........................................................................................... 6
Denah Lokasi ............................................................................................................... 7
Rincian Dana ............................................................................................................... 8
Photo / Gambar Kolam ................................................................................................ 9




hewan



.5 Ciri-ciridancontohmusuhalami
            Parasitoid
            *  Memilikiinangspesifik
*  Berukuranlebihkecildariinangnya
*Hanyabetina yang mencariinang
*Spesies parasitoid yang berbedadapatmenyerang stadium hidupinangnya
*Teluratau larva biasanyadiletakkan di dalam, diatasataudidekatinangnya
*Biasanyalebihdarisatu parasitoid berkembangdanmunculdarisatuinangdandalam
meyelesaikaniklushidupnyauntukmenjadidewasahanyadalamsatuindividuinang
*  Parasitoidlebihrentanterhadappestisidadaripadainangnya.
Contoh :1. Trichogrammajavonicum
ParasittelurinitergolongdalamfamiilTrichogrammatidae, merupakan
Parasitoid untukmengendalikanseranganhamaterutamadariordo
Lepidoptera.
2. Diagdemasemiclausum
Diagdemasemiclausumtermasukordo Hymenoptera danfamili
Ichneumonidae.Seranggainibanyakmenyerangataumemparasitulatdaunpadakubis.

PENGENDALIAN HAYATI

Pengendalian hayati sebagai komponen utama PHT pada dasarnya adalah pemanfaatan dan penggunaan musuh alami untuk mengendalikan populasi hama yang merugikan. Pengendalian hayati sangat dilatarbelakangi oleh berbagai pengetahuan dasar ekologi terutama teori tentang pengaturan populasi oleh pengendali alami dan keseimbangan ekosistem. Musuh alami yang terdiri atas parasitoid, predator dan patogen merupakan pengendali alami utama hama yang bekerja secara "terkait kepadatan populasi" sehingga tidak dapat dilepaskan dari kehidupan dan perkembangbiakan hama. Adanya populasi hama yang meningkat sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi bagi petani disebabkan karena keadaan lingkungan yang kurang memberi kesempatan bagi musuh alami untuk menjalankan fungsi alaminya. Apabila musuh alami kita berikan kesempatan berfungsi antara lain dengan introduksi musuh alami, memperbanyak dan melepaskannya, serta mengurangi berbagai dampak negatif terhadap musuh alami, musuh alami dapat melaksanakan fungsinya dengan baik.


Agar tidak timbul kerancuan lebih dahulu perlu dibedakan pengertian tentang pengendalian hayati (biological control) dan pengendalian alami (natural control) yang seringkali dibicarakan bersama. Pengendalian Hayati merupakan taktik pengelolaan hama yang dilakukan secara sengaja memanfaatkan atau memanipulasikan musuh alami untuk menurunkan atau mengendalikan populasi hama. De Bach tahun 1979 mendefinisikan Pengendalian Hayati sebagai pengaturan populasi organisme dengan musuh-musuh alami sehingga kepadatan populasi organisme tersebut berada di bawah rata-ratanya dibandingkan bila tanpa pengendalian. Pengendalian Alami merupakan proses pengendalian yang berjalan sendiri tanpa ada kesengajaan yang dilakukan oleh manusia. Pengendalian alami terjadi tidak hanya oleh karena bekerjanya musuh alami, tetapi juga oleh komponen ekosistem lainnya seperti makanan, dan cuaca.


AGENS PENGENDALIAN HAYATI
Sebagai bagian kompleks komunitas dalam ekosistem setiap spesies serangga termasuk serangga hama dapat diserang oleh atau menyerang organisme lain. Bagi serangga yang diserang organisme penyerang disebut "musuh alami". Secara ekologi istilah tersebut kurang tepat karena adanya musuh alami tidak tentu merugikan kehidupan serangga terserang. Hampir semua kelompok organisme dapat berfungsi sebagai musuh alami serangga hama termasuk kelompok vertebrata, nematoda, jasad renik, invertebrata di luar serangga. Kelompok musuh alami yang paling penting adalah dari golongan serangga sendiri. Dilihat dari fungsinya musuh alami atau agens pengendalian hayati dapat kita kelompokkan menjadi parasitoid, predator, dan patogen.

1. Parasitoid
Perlu sedikit penjelasan antara istilah parasitoid dan parasit. Parasitisme adalah hubungan antara dua spesies yang satu yaitu parasit, memperoleh keperluan zat-zat makanannya dari fisik tubuh yang lain, yaitu inang. Parasit hidup pada atau di dalam tubuh inang. Inang tidak menerima faedah apapun dari hubungan ini, meskipun biasanya tidak dibinasakan. Misalnya kasus cacing pita pada manusia dan caplak pada binatang. Istilah parasit lebih sering digunakan dalam entomologi kesehatan. Serangga yang bersifat parasit yang pada akhirnya menyebabkan kematian inangnya tidak tepat bila dimasukkan ke dalam definisi parasit. Karena itu kemudian diberikan istilah baru yaitu parasitoid yang lebih banyak digunakan dalam entomologi pertanian.
Parasitoid adalah binatang yang hidup di atas atau di dalam tubuh binatang lain yang lebih besar yang merupakan inangnya. Serangan parasit dapat melemahkan inang dan akhirnya dapat membunuh inangnya karena parasitoid makan atau mengisap cairan tubuh inangnya. Untuk dapat mencapai fase dewasa suatu parasitoid hanya memerlukan satu inang. Dengan demikian parasitoid adalah serangga yang hidup dan makan pada atau dalam serangga hidup lainnya sebagai inang. Inang akan mati jika perkembangan hidup parasitoid telah lengkap.
Parasitoid merupakan serangga yang memarasit serangga atau binatang artropoda yang lain. Parasitoid bersifat parasitik pada fase pradewasanya sedangkan pada fase dewasa mereka hidup bebas tidak terikat pada inangnya. Umumnya parasitoid akhirnya dapat membunuh inangnya meskipun ada inang yang mampu melengkapi siklus hidupnya sebelum mati. Parasitoid dapat menyerang setiap instar serangga. Instar dewasa merupakan instar serangga yang paling jarang terparasit.
Oleh induk parasitoid telur dapat diletakkan pada permukaan kulit inang atau dengan tusukan ovipositornya telur langsung dimasukkan dalam tubuh inang. Larva yang keluar dari telur menghisap cairan inangnya dan menyelesaikan perkembangannya dapat berada di luar tubuh inang (sebagai ektoparasitoid) atau sebagian besar dalam tubuh inang (sebagai endoparasitoid). Contoh ektoparasit adalah Campsomeris sp yang menyerang uret sedangkan Trichogramma sp yang memarasit telur penggerek batang tebu dan padi merupakan jenis endoparasit. Fase inang yang diserang pada umumnya adalah telur dan larva, beberapa parasitoid menyerang pupa dan sangat jarang yang menyerang imago. Larva parasitoid yang sudah siap menjadi pupa keluar dari tubuh larva inang yang sudah mati kemudian memintal kokon untuk memasuki fase pupa parasitoid. Imago parasitoid muncul dari kokon pada waktu yang tepat untuk kemudian meletakkan telur pada tubuh inang bagi perkembangan generasi berikutnya.
Ada spesies parasitoid yang dapat melengkapi siklus hidupnya sampai fase dewasa pada satu inang. Parasitoid semacam ini disebut parasitoid soliter merupakan suatu spesies parasitoid yang perkembangan hidupnya terjadi pada satu tubuh inang. Satu inang diparasit oleh satu individu parasitoid. Contoh parasitoid soliter antara lain Charops sp (famili Ichneumonidae). Parasitoid gregarius adalah jenis parasitoid yang beberapa individu dapat hidup bersama-sama dalam tubuh satu inang. Contoh parasitoid gregarious adalah Tetrastichus schoenobii. Jumlah imago yang keluar dari satu tubuh inang dapat banyak sekali. Banyak jenis lebah Ichneumonid merupakan parasitoid soliter, dan banyak lebah Braconid dan Chalcidoid yang merupakan parasitoid gregarius.
Keuntungan atau kekuatan pengendalian hama dengan parasitoid adalah:
a. Daya kelangsungan hidup ("survival") parasitoid tinggi.
b. Parasitoid hanya memerlukan satu atau sedikit individu inang untuk melengkapi daur hidupnya.
c. Populasi parasitoid dapat tetap bertahan meskipun pada aras populasi yang rendah.
d. Sebagian besar parasitoid bersifat monofag atau oligofag sehingga memiliki kisaran inang sempit. Sifat ini mengakibatkan populasi parasitoid memiliki respons numerik yang baik terhadap perubahan populasi inangnya.

Di samping kekuatan pengendalian dengan parasitoid beberapa kelemahan atau masalah yang biasanya dihadapi di lapangan dalam menggunakan parasitoid sebagai agens pengendalian hayati adalah:
a. Daya cari parasitoid terhadap inang seringkali dipengaruhi oleh keadaan cuaca atau faktor lingkungan lainnya yang sering berubah.
b. Serangga betina yang berperan utama karena mereka yang melakukan pencarian inang untuk peletakan telur.
c. Parasitoid yang memiliki daya cari tinggi biasanya menghasilkan telur sedikit.

2. Predator
Predator merupakan organisme yang hidup bebas dengan memakan, membunuh atau memangsa binatang lainnya. Apabila parasitoid memarasit inang, predator atau pemangsa memakan mangsa. Predator umumnya dibedakan dari parasitoid dengan ciri-ciri sebagai berikut :
a. Parasitoid umumnya monofag atau oligofag, predator pada umumnya mempunyai banyak inang atau bersifat polifag meskipun ada juga jenis predator yang monofag dan oligofag.
b. Predator umumnya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan mangsanya. Namun ada beberapa predator yang memiliki ukuran tubuh yang tidak lebih besar daripada mangsanya, contohnya semut yang mampu membawa mangsa secar berkelompok.
c. Predator memangsa dan membunuh mangsa secara langsung sehingga harus memiliki daya cari yang tinggi, memiliki kelebihan sifat fisik yang memungkinkan predator mampu membunuh mangsanya Beberapa predator dilengkapi dengan kemampuan bergerak cepat, taktik penangkapan mangsa yang lebih baik daripada taktik pertahanan mangsa, kekuatan yang lebih besar, memiliki daya jelajah yang jauh serta dilengkapi dengan organ tubuh yang berkembang dengan baik untuk menangkap mangsanya seperti kaki depan belalang sembah (Mantidae), mata besar (capung).
d. Untuk memenuhi perkembangannya parasitoid memerlukan hanya satu inang umumnya fase pradewasa, tetapi predator memerlukan banyak mangsa baik fase pradewasa maupun fase dewasa.
e. Parasitoid yang mencari inang adalah hanya serangga dewasa betina, tetapi predator betina dan jantan dan juga fase pradewasa semuanya dapat mencari dan memperoleh mangsa.
f. Sebagian besar predator mempunyai banyak pilihan inang sedangkan parasitoid mempunyai sifat tergantung kepadatan yang tinggi. Predator memiliki daya tanggap rendah terhadap perubahan populasi mangsa sehingga fungsinya sebagai pengatur populasi hama umumnya kurang terutama untuk predator yang polifag.

3. Patogen
Serangga seperti juga binatang lainnya dalam hidupnya diserang oleh banyak patogen atau penyakit yang berupa virus, bakteri, protozoa, jamur, rikettsia dan nematoda. Beberapa penyakit dalam kondisi lingkungan tertentu dapat menjadi faktor mortalitas utama bagi populasi serangga, tetapi ada banyak penyakit yang pengaruhnya kecil terhadap gejolak populasi serangga. Serangga yang terkena penyakit menjadi terhambat pertumbuhan dan pembiakannya. Pada keadaan serangan penyakit yang parah serangga terserang akhirnya mati. Saat ini dikenal lebih dari 2000 jenis patogen yang menginfeksi serangga dan jumlah itu mungkin baru sebagian kecil dari jenis patogen serangga di muka bumi. Jenis-jenis patogen tersebut antara lain adalah virus, jamur, bakteri, protozoa, dan nematoda.
CARA PENGGUNAAN PATOGEN SERANGGA DI LAPANGAN
Mengingat kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh patogen serangga maka dalam pemanfaatan patogen sebagai agens pengendalian hayati perlu diperhatikan beberapa faktor penting yang mempengaruhi tingkat keefektifan patogen terhadap serangga sasaran, antara lain:
• Dosis.
Dosis aplikasi minimum akan lebih baik daripada dosis aplikasi tinggi dalam peningkatan keefektifan patogen. Dosis tinggi menyebabkan persaingan pakan dan ruang antar patogen sejenis dan menghambat perkembangbiakan sehingga mampu menurunkan daya bunuh terhadap serangga sasaran.
• Waktu aplikasi
Kemapanan patogen yang merupakan makhluk hidup di lapangan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Dalam aplikasinya diharapkan patogen tidak terkena cahaya matahari secara langsung karena sinar ultraviolet menyebabkan patogen tidak aktif bahkan dapat membunuh patogen dalam waktu yang relatif cepat. Agens hayati sebaiknya diaplikasikan pagi atau sore hari. Kelembaban tinggi lebih meningkatkan keefektifan patogen.
• Penyelimutan
Patogen harus benar-benar melekat atau menempel atau menyelimuti bagian tanaman maupun serangga sasaran. Dengan demikian kontak antara patogen dengan serangga sasaran cepat terjadi. Serangga sasaran yang mengkonsumsi patogen dengan cepat diharapkan mengalami kematian secara cepat juga.
• Derajat kemasaman, pH
Kondisi pH pada bahan pelarut sangat mempengaruhi keefektifan patogen. Pelarut dianjurkan memiliki derajat kemasaman yang normal (pH 7). Kondisi basa menyebabkan delta endotoksin pada Bt akan rusak dan efektifitasnya menurun.
• Anti mikrobiosis
Beberapa tanaman mampu menghasilkan senyawa-senyawa anti mikrobia yang dapat mengurangi keefektifan patogen. Senyawa nikotin yang dihasilkan oleh tanaman tembakau dapat menghambat pertumbuhan B. thuringiensis. Patogen tersebut juga terhambat pertumbuhannya karena adanya senyawa phenol dan terpenoid pada tanaman kapas. Senyawa alkaloid, tomatin dari tanaman tomat menghambat pembentukan koloni dan pertumbuhan jamur patogen B. bassiana. Asam klorogenik pada tanaman tomat dapat mengurangi efektifitas NPV dari Helicoverpa zea.
• Hama sasaran
Semakin muda umur serangga akan semakin rentan terhadap patogen. Hama sasaran dalam keadaan tertekan seperti sakit, kekurangan pakan, ketidakcocokan pakan, kepadatan yang terlalu tinggi menyebabkan tingkat kerentanannya semakin tinggi. Oleh karena itu sebelum aplikasi patogen di lapangan harus diketahui kondisi hama sasaran.
• Kompatibilitas
Patogen sebagai agens pengendalian hayati memiliki kemampuan dapat dipadukan dengan agens pengendalian yang lain sehingga daya bunuhnya lebih efektif dan hasilnya akan lebih memuaskan.
• Ketahanan inang
Spesies serangga tertentu yang rentan terhadap patogen dapat menjadi tahan dengan bertambahnya umur dan dipengaruhi oleh faktor genetik maupun lingkungan.


PERANAN PENGENDALIAN HAYATI DALAM PHT

Sesuai dengan konsepsi dasar PHT pengendalian hayati memegang peranan yang menentukan karena semua usaha teknik pengendalian yang lain secara bersama ditujukan untuk mempertahankan dan memperkuat berfungsinya musuh alami sehingga populasi hama tetap berada di bawah aras ekonomik. Dibandingkan dengan teknik-teknik pengendalian yang lain terutama pestisida kimia, pengendalian hayati memiliki tiga keuntungan utama yaitu permanen, aman, dan ekonomi.
Arti permanen di sini karena apabila pengendalian hayati berhasil, musuh alami telah menjadi lebih mapan di ekosistem dan selanjutnya secara alami musuh alami akan mampu menjaga populasi hama dalam keadaan yang seimbang di bawah aras ekonomi dalam jangka waktu yang panjang.
Pengendalian hayati aman bagi lingkungan karena tidak memiliki dampak samping terhadap lingkungan terutama terhadap serangga atau organisme bukan sasaran. Karena musuh alami biasanya adalah khas inang. Meskipun pernah dilaporkan kasus terjadinya ketahanan suatu jenis hama terhadap musuh alami antara lain dengan membentuk kapsul dalam tubuh inang, namun kejadian tersebut sangat langka.
Pengendalian hayati juga relatif ekonomis karena begitu usaha tersebut berhasil petani tidak memerlukan lagi tambahan biaya khusus untuk pengendalian hama, petani kemudian hanya mengupayakan agar menghindari tindakan-tindakan yang merugikan perkembangan musuh alami.
Kesulitan dan permasalahan utama dalam penerapan dan pengembangan pengendalian hayati adalah modal investasi permulaan yang besar yang harus dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi, penelitian, pengujian dan evaluasi terutama yang menyangkut berbagai aspek dasar baik untuk hama, musuh alami maupun tanaman. Aspek dasar dapat meliputi taksonomi, ekologi, biologi, siklus hidup, dinamika populasi, genetika, fisiologi, dll. Identifikasi yang tepat baik untuk jenis hama maupun musuh alaminya merupakan langkah permulaan yang sangat penting. Apabila identifikasi kurang benar kita akan memperoleh kesulitan dalam mempelajari sifat-sifat kehidupan musuh alami dan langkah-langkah kegiatan selanjutnya.
Kecuali diperlukan modal, fasilitas yang lengkap juga diperlukan sumber daya manusia terutama para peneliti yang berkualitas dan berpendidikan khusus dan berdedikasi tinggi sesuai dengan yang diperlukan untuk pengembangan teknologi pengendalian hayati. Sampai saat ini tenaga-tenaga ahli dengan kualifikasi demikian masih sangat jarang tersedia di Indonesia. Meskipun ada beberapa ahli yang berpendapat bahwa untuk pengendalian hayati yang penting adalah adanya tenaga peneliti yang berpengalaman dan berdedikasi tinggi serta cukup memiliki rasa seni dan intuisi, namun bagaimanapun untuk keberhasilan pengendalian hayati dalam kerangka PHT diperlukan juga dasar pengetahuan dan teknologi yang mantap.

Minggu, 08 April 2012

suraeku


Surat pernyaetaan

Nama lengkap              : CARTONO
Jabatan                         : kepala bagian teknisi di
                                       Pt Reki
Dengan ini menerangkan bahwa :

Nama                           : AWABIN
Jenis Kelamin               : Laki-laki
Alamat                         : sei bahar II, marga mulya jlr2


Masih bekerja sebagai Pengeboran di PT Reki sejak tanggal 20 – februari – 2012 hingga sa’at ini. Selama bekerja di tempat tersebut, yang bersangkutan telah bekerja dengan baik, hingga sa’at ini perusahaan masih membutuhkan tenaganya. Semoga surat pernyataan ini dapat digunakan sesuai yang diperlukan.





tertanda’;






Teknisi; Cartono